Jumat, 28 Oktober 2016

DPR Tentukan Pimpinan Pansus RUU Pemilu Setelah Reses

escapinglifepagebypage.blogspot.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon mengatakan, rapat untuk menentukan pimpinan Panitia Kerja Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (RUU Pemilu), akan digelar setelah berakhir masa reses pada 15 November 2016.

"Kami akan segera melakukan rapat untuk menentukan pimpinan pansus, kira-kira setelah tanggal 15 November," kata Fadli setelah memimpin rapat paripurna, di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat, 28 Oktober 2016.

Ia menuturkan beberapa pertimbangan yang menjadi dasar dalam pemilihan pimpinan pansus. Di antaranya, kata dia, pemetaan partai dalam kursi kepemimpinan dan kepentingan partai. "Tergantung kesepakatan dalam rapat tersebut, biasanya ada konsensus," kata dia.

DPR menggelar rapat paripurna untuk mengesahkan susunan panitia khusus pembahasan RUU Pemilihan Umum. Terdapat 30 anggota dewan yang tergabung dalam pansus yang mewakili setiap komisi dan fraksi.

Meski dalam masa reses, menurut Wakil Ketua DPR dari Fraksi Demokrat Agus Hermanto, anggota pansus tersebut sudah bisa bekerja. "Waktu reses bisa digunakan," ujar Agus.

Ia mempertimbangkan waktu yang tersedia semakin mepet. DPR dan pemerintah hanya memiliki waktu lima bulan untuk menyelesaikan pembahasan RUU tersebut.

ARKHELAUS W. | AHMAD FAIZ

Baca juga:
Unjuk Rasa Mahasiswa Makassar Rusuh, 6 Motor Polisi Dibakar
Operasi Narkoba Presiden Duterte Tembak Mati Wali Kota

Ribuan Rokok Ilegal Gagal Disebar di Teluk Bayur

escapinglifepagebypage.blogspot.comberawal dari keberhasilan petugas Bea Cukai mencegah satu unit truk pembawa rokok tak berizin di Teluk Bayur, Sumbar. Truk itu kedapatan tengah membongkar hasil tembakau ilegal di rumah yang telah dijadikan gudang di Kecamatan Lubuk Kilangan.

Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur Andi mengungkapkan dari hasil penegahan ini diperoleh barang bukti sejumlah 3.170.480 batang rokok berbagai merek yang diduga melanggar ketentuan di bidang cukai. “Nilai barang bukti yang ditegah sebesar Rp1.870.583.200 dengan perkiraan kerugian negara mencapai Rp1.113.884.738,” katanya, Jumat, 28 Oktober 2016.

Menurut Andi, pihanya semakin mengoptimalkan pengawasan peredaran rokok di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Barat. Luasnya wilayah dengan personil yang minim tidak membuat Bea Cukai Teluk Bayur lalai dalam pengawasan dan pelayanan terhadap masyarakat. Sebab, hasil survei tentang peredaran rokok illegal menunjukkan bahawa Sumatera Barat menjadi wilayah tujuan pemasaran rokok ilegal.

Selama ini pelanggaran Barang Kena Cukai (BKC) terutama rokok di Sumatera Barat terbilang lengkap pelanggaran, mulai dari pita cukai palsu, pita cukai bekas, salah personalisasi dan rokok polos atau tanpa dilekati pita cukai.

“Semua berasal dari wilayah produksi di Pulau Jawa. Modusnya, menggunakan jasa titipan kilat karena pelaku tidak mau menimbun barang-barangnya. Setelah tiba di alamat tujuan, kemudian dipecah-pecah dengan menggunakan kendaraan roda empat,” jelas Andi.

Dia menambahkan, untuk pengawasan lain di bidang BKC dan MMEA (miras) dilakukan di resort-resort yang banyak dikunjungi turis asing, di mana sebagian besar tujuannya adalah Mentawai. “Di Teluk Bayur sesekali juga ada yacht dari Australia dan tetap dilakukan pemeriksaan,” imbuhnya. (*)

Roadshow ke AS, BEI Promosi Peluang Investasi di Indonesia

Sidang Jessica, KY Akan Kawal sampai Keputusan Final  

Ikut Pilgub Gorontalo, Istri Fadel Muhammad Mundur dari DPD

Lagi Berlaga, Petenis Ini Mendadak Potong Rambut dan Menang

Unjuk Rasa Mahasiswa Makassar Rusuh, 6 Motor Polisi Dibakar

escapinglifepagebypage.blogspot.com, Makassar - Unjuk rasa mahasiswa memperingati hari Sumpah Pemuda di Makassar berakhir ricuh, Jumat sore, 28 Oktober 2016. Mahasiswa, yang terlibat bentrok dengan polisi, membakar enam sepeda motor milik personel patroli Kepolisian Resor Kota Besar Makassar.

Selain membakar motor, satu motor juga dirusak dan dibuang di got. Peristiwa itu terjadi di depan kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Aksi unjuk rasa mahasiswa dimulai sejak Jumat pagi. Sebelumnya, unju rasa berlangsung tenang. Mahasiswa menggelar aksi teatrikal dan silih berganti melakukan orasi. Seusai salat Jumat, aksi mahasiswa kembali berlangsung. Meski Makassar diguyur hujan, aksi tetap berlanjut

Mahasiswa terus melakukan orasi mengkritik kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang dinilai gagal menjalankan pemerintahan. Selain itu, mahasiswa juga menyerukan penegakan pemberantasan kasus korupsi dan narkotik. "Presiden gagal karena peredaran narkoba tidak dapat ditekan," ujar salah seorang pengunjuk rasa.

Aksi mulai memanas saat massa menyandera sebuah truk tronton. Truk itu lalu dipasang melintang dan menutup total jalur utama yang menghubungkan Makassar-Kabupaten Gowa.

Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Makassar berusaha membujuk mahasiswa untuk menghentikan penyanderaan. Tapi mahasiswa mengabaikan hal itu. Malah mahasiswa lalu melempari polisi. Bentrokan tidak dapat dihindari karena polisi juga menembakkan gas air mata.

Mahasiswa berhasil memukul mundur polisi. Apesnya, motor patroli yang terparkir tidak jauh dari lokasi tidak sempat diamankan.

Mahasiswa lalu membakar enam motor dan merusak satu unit lalu dibuang ke got. Hingga sore sekitar pukul 17.30 Wita, aksi penutupan jalan terus berlangsung.

ABDUL RAHMAN