escapinglifepagebypage.blogspot.com, Jakarta - Perbaikan sektor investasi di Indonesia terlihat di tahun ini dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun depan. Pertumbuhan investor langsung tercatat tumbuh 14,8 persen dengan pertumbuhan penanaman modal asing hingga mencapai 12,3 persen di triwulan II 2016.

"Maka pemerintah berkomitmen menjadikan investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi yang baru," ujar Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2016.

Isa mengatakan saat ini perekonomian masih bergantung pada konsumsi rumah tangga. Sehingga, pihaknya berharap kontribusi sektor investasi dapat terus ditingkatkan.

Adapun investasi yang menjadi pilihan untuk didorong adalah sektor yang memiliki nilai tambah tinggi seperti infrastruktur dan manufaktur, khususnya yang berbasis sumber daya alam. "Kami juga akan dukung dari sisi fiskal seperti tax holiday, tax allowance, bea masuk ditanggung pemerintah, dan insentif lain," kata Isa.

Selain itu, pemerintah kata Isa juga berkomitmen untuk kembali meluncurkan paket kebijakan ekonomi, untuk meningkatkan iklim investasi dan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Menurut Isa, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan yaitu kisaran 5,1 persen tahun depan, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. "Perlu ada kerangka integritas sisi fiskal, riil, dan moneter."

Isa berujar kebijakan fiskal dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang optimal dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi. "Dan agar friendly to growth pemerintah tetap akan memberikan kepastian bagi masyarakat," ucapnya.

GHOIDA RAHMAH