escapinglifepagebypage.blogspot.comTim Kalimantan Selatan akhirnya menjadi juara sepak bola cerebral palsy (CP) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 Jawa Barat setelah menundukkan tim tuan rumah dalam pertandingan final Minggu, 23 Oktober 2016.

Pelatih tim sepak bola Kalimantan Selatan, Sarno, mengatakan kemenangan ini tak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mulai memfasilitasi latihan, keberangkatan, hingga saat bertanding.

“Ini sudah seharusnya ditiru pemerintah daerah lainnya di seluruh Indonesia agar kesetaraan terus tercipta di Tanah Air,” kata Sarno.

Baik Sarno maupun Berni Munkar, yang menjadi pasangan Sarno dalam melatih tim sepak bola CP Kalimantan Selatan, ingin agar sepak bola CP terus dikembangkan. Cabang olahraga ini perlu terus dimasyarakatkan karena kuatnya potensi di banyak daerah.

Mereka juga berharap National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) membuat pengurus sepak bola CP di daerah-daerah lebih leluasa dalam pengembangannya.

Dalam melatih atlet sepak bola CP, menurut Sarno, tak ada bedanya dengan melatih atlet sepak bola pada umumnya. Mereka sama-sama mempunyai kemampuan dan kelebihan. Bedanya hanya pada kehati-hatian. Atlet sepak bola biasa tidak ada masalah jika harus melakukan gerakan berlari secepatnya, lalu berbalik. Sedangkan pada sepak bola CP, pelatih harus memperhitungkan betul gerakan seperti itu karena ada risiko cedera pada organ tubuh yang terbatas.

“Kalau orang Jawa bilang geregetan kalau melatih sepak bola (CP). Artinya, kalau atlet normal tidak terlalu ribet. Kalau ini, harus ada tahapan-tahapan karena kemampuan mereka terbatas. Jadi perlu kesabaran saja,” kata Sarno.

Sarno juga pelatih Persemar Martapura dan tim Porprov Kabupaten Banjar. Ini adalah kali pertama Sarno menangani tim sepak bola CP. Kesabaran adalah kunci yang dipegangnya karena yang dia hadapi adalah atlet-atlet berkebutuhan khusus.

“Lambat laun bisa menyelami mereka. Saya menerapkan pengalaman dan keilmuan kepelatihan yang saya miliki. Alhamdulillah bisa jalan,” ujar Sarno.

Sedangkan Berni, yang merupakan pelatih klub sepak bola SBB Porgala di Kalimantan Selatan, melihat daya tarik tersendiri dalam tim sepak bola Peparnas.

“Kami harus stabil dalam memberikan kesabaran dan motivasi, bagaimana membangun semangat dengan keadaan mereka yang seperti itu. Jangan sampai mereka berpikir dipandang sebelah mata,” kata Berni.

Tim sepak bola CP Kalimantan Selatan mengalahkan tim tuan rumah hanya dengan selisih dua gol. Padahal, menurut Sarno, tim Jawa Barat merupakan pesaing terberat, dan persiapan intensif mereka lakukan hanya dalam satu bulan.

Pelatih tim Jawa Barat, Dadang Kurnia, mengakui keunggulan tim lawannya. “Mereka lari cepat sekali dan banyak pemain pelatnas. Itu berat buat kami,” ujarnya. (*)